Harga-harga Masih Melambung Ibu-ibu Bingung

Harga- harga kebutuhan pokok sudah terlanjur melambung dan persediaan beberapa komoditi berkurang di pasaran, sementara ibu-ibu rumah tangga menjadi bingung. Demikianlah pemantauan sementara SKU Belantara yang diawali dari pantura, Minggu (1/4), dimana harga-harga kebutuhan pokok sudah terlanjur melambung di beberapa pasar tradisional di pantura, Jawa Tengah seperti pasar Wiradesa dan Grogolan (Pekalongan) pasar Batang, pasar Weleri, Cepiring dan Kaliwungu (Kendal) pasar Mangkang, Dargo dan Johar (Semarang), pasar Sayung dan Buyaran (Demak).
Beberapa jenis komoditi yang melambung seperti cabe merah keriting dari sebelumnya Rp15.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, bawang putih dari Rp8.000 menjadi Rp15.000 per kilogram, bawang merah dari Rp6.000 menjadi Rp12.000 per kilogram, sayuran dari sebelumnya Rp2.000 – Rp3.000 per kilogram menjadi Rp3.000 – Rp4.000 per kilogram, gula pasir dari sebelumnya Rp10.500 menjadi Rp11.500 per kilogram dan kedelai dari sebelumnya Rp6.400 menjadi Rp7.500 per kilogram.
Di Bandung harga cabai yang sebelumnya dijual Rp14.500 menjadi Rp26 ribu per kilogram. Disusul harga tomat naik dari Rp1.500 ribu menjadi Rp 2.900 per kilogram.
Harga sembako juga ikut naik. Harga minyak goreng naik dari Rp9.400 menjadi 12.250 per kilogram, disusul telur, naik menjadi Rp15.500 per kiogram. Padahal, sebelumnya harga telur dijual Rp13.450 per klogram. Sedangkan harga daging ayam dari Rp23.500 menjadi 26 ribu per kilogram.
Namun demikian untuk beras kelas medium seperti IR46, Cisadane, Pandan Wangi maupun Umbuk tetap stabil setelah harga turun dari sebelumnya Rp7.800 – 8.500 per kilogram menjadi Rp7.000 – Rp7.500 per kilogram, dan minyak goreng rata-rata Rp12.000 per kilogram.
“Harga sudah melambung ketika isu kenaikan BBM mulai meresahkan warga, kami sampai kebingungan untuk belanja,” kata ibu Arief (40) pedagang bumbu dapur di pasar Johar, Semarang.
Kebingungan para pedagang, menurut ibu Arief, karena kesulitan memperoleh dagangan, seperti bawang putih yang biasanya bisa dipasok oleh distributor hingga rata-rata 1,5 ton per hari, kini hanya diberikan 2 – 3 kwintal dengan harga yang sudah tinggi. Hal senada juga diungkapkan oleh Sumarni (52) pedagang di pasar Wiradesa, Pekalongan, kenaikan harga berbagai barang sudah mulai melambung jelang rencana penaikan harga BBM, namun kini ketika BBM sementara batal naik masih tetap tinggi dan pasokan barang jauh berkurang.
Dengan ditundanya penaikan BBM, menurut Sumarni, semoga akan mengembalikan lagi harga-harga kebutuhan pokok, karena selain menyulitkan warga, ibu-ibu rumah tangga juga menyulitkan para pedagang sendiri.
Sementara itu di Jogyakata harga beberapa kebutuhan pokok di pasaran juga sudah terlanjur melambung. Seperti gula pasir, minyak goleng, telur, daging ayam, bawang putih, cabe rawit, dan kebutuhan dapur lainnya.
“Yang paling terasa itu gula pasir dan lengo klentik (minyak goreng curah), di grosir sudah Rp11.000/kilo, minyak goreng Rp11.000/kilo. Saya jual jadi Rp12.000,” kata Suliyem (55). Ibu dua anak ini mengaku, satu pekan silam harga kedua kebutuhan pokok itu masih di bawah Rp9.000. Artinya, harga dua kebutuhan pokok itu sudah naik Rp2.000 meski harga BBM belum naik. Lha sekarang harga BBM enggak jadi naik, tetapi harga-harga kebutuhan pokok tetap kok tetap naik. Bingung saya mas…”.
Hanya saja memang, harga kebutuhan dapur seperti sayuran tidak mengalami kenaikan yang cukup signifikan, meski harga cabe rawit mencapai Rp42.000/kilo. Dia mengira harga yang terbilang cukup tinggi itu bukan karena harga BBM akan naik, namun lebih pada stok barang dipasar menipis.
Sementara lain, beberapa penjual bensin eceran yang juga sudah menaikkan harga. Mereka menjual bensin eceran yang biasanya dijual Rp 5.000 per liter menjadi Rp 6.000 per liter. “Sudah tiga hari ini saya jual Rp6.000. Pagi tadi ada pembeli sempat komplain, tapi saya suruh beli di pom (SPBU) kalau mau yang murah,” kata ngatiman penjual bensin eceran di Klaten.
Di Pasar Slipi, Jakarta, kenaikan harga yang sudah terjadi seminggu sebelum isu penaikan BBM membuat harga sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik,  setelah pemerintah mengumumkan pembatalan kenaikan BBM, harga sembako juga tak lantas turun.
Pantauan Belantara, Minggu (1/4), harga sejumlah kebutuhan pokok tetap tinggi. Harga cabai merah mencapai Rp 22 ribu per kilogram. Beberapa hari sebelumnya harga per kilo masih berkisar antara Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu. Selain harga cabai dan bawang, harga minyak goreng, dan gula  juga mengalami kenaikan. Harga minyak goreng curah  naik dari Rp 11 ribu per kilogram menjadi Rp 12 ribu.  Gula pasir yang semulanya Rp 11.500 menjadi Rp 12 ribu per kilogram.
Tuning (30), seorang pembeli mengaku sangat dirugikan karena kenaikan sejumlah harga sembako. “Ibu-ibu rumah tangga kemarin-kemarin ikut berdemo untuk pembatalan kenaikan harga BBM itu harapannya juga diikuti penurunan harga sembako. Eh BBM batal naik, sembako yang sudah dinaikkan nggak mau turun…” ujar Tuning. (Belantara/AS – berbagai sumber)

Posted on April 23, 2012, in Berita Utama. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: