ADU GENGSI DAN STRATEGI Semi Final Piala Champions 2011-2012

Chelsea
Musim ini adalah musim yang berat di Stamford Bridge, akan tetapi, sekali lagi, Chelsea sukses melangkah ke semifinal Liga Champions berkat pemulihan performa di saat yang tepat.
Bagi Chelsea, mencapai semifinal Liga Champions bukanlah sebuah pengalaman yang baru. Ini adalah semifinal keenam The Blues dalam sembilan edisi terakhir kompetisi elit ini. Fernado Torres dan kawan-kawan kini berjarak tiga pertandingan menuju gelar Liga Champions perdana dalam sejarah panjang mereka. Ujian pertama adalah melawan rival lama, Barcelona.
Terlempar dari perburuan gelar juara Premier League dan pemecatan manajer Andre Villas-Boas setelah ditekuk Napoli di babak 16 besar leg pertama hanya secuil dari sederet kisah kelam Chelsea musim ini. Penunjuk­an Di Matteo sebagai manajer interim memberi dampak signifikan bagi ‘kelangsungan hidup’ mereka di semua kompetisi yang diikutinya.
Chelsea berhasil mengamankan tiket ke babak empat besar Liga Champions serta Piala FA dan berpeluang menutup musim ini dengan manis.
Sebagian orang melihat peluang Chelsea untuk menjuarai Liga Champions sudah hampir pasti musnah setelah muncul nama Blaugrana sebagai lawan di semifinal, tetapi sebagian lagi berkeyakinan bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam sepakbola.

Real Madrid
Dengan perkasa, Real madrid telah menundukkan semua tim yang menghadang­nya di Eropa musim ini. Iker Casillas dan kawan-kawan pun menatap gelar kesepuluhnya, tapi untuk itu mereka harus terlebih dahulu melewati hadangan tuan rumah partai final.
Sejak 2002, para suporter Los Blancos selalu punya satu pertanyaan yang sama setiap awal musim, yaitu akankah tim kesayangannya bisa meraih La Decima atau gelar Liga Champions kesepuluh di musim tersebut. Kali ini, di semifinal keduanya dalam dua musim terakhir, dengan statistik yang lebih hebat dibandingkan musim lalu, para Madridista punya banyak alasan untuk merasa optimis.
Pasukan Jose Maurinho ditempatkan bersama wajah-wajah familier di Grup D, yaitu Ajax dan Lyon. Di satu sisi, kekuatan Dinamo Zagreb memang bisa dibilang asing, tapi itu tak mencegah Real Madrid menjadi tim kelima yang memenangi semua pertandingannya di fase grup Liga Champions, dan mereka melaluinya dengan torehan hebat 19 gol. Lawan ‘baru’ kembali menghadang di babak knockout, yaitu CSKA Moscow, yang kemudian ditundukkan dengan agregat 5-2. Setelah itu, Real Madrid bahkan menghancurkan APOEL di perempat final de­ngan agregat yang lebih telak, 8-2. Lawan yang menunggu di babak empat besar adalah juara empat kali, Bayer Munich.

Bayern Munich
Empat kali juara Eropa, Bayer Munich menyiapkan kekuatan terbaiknya untuk kompetisi musim ini demi merengkuh gelar kelimanya di rumah sendiri bulan Mei nanti.
Dari sejak diumumkan bahwa final Liga Champions 2011/12 akan digelar di Munich, Bayern sudah bermimpi menjadi salah satu pelakonnya. Jika musim lalu langkah Bayern terhenti di babak 16 besar, maka sekarang mereka tinggal selangkah lagi untuk mencapai partai puncak
Setelah menumbangkan FC Zurich 3-0 di babak play-off, Bayern membuktikan diri sebagai salah satu favorit juara dengan menjadi yang terbaik di grup A yang keras. Mereka finis di atas Napoli, Manchester City serta Villarreal dan hanya kalah sekali, yaitu di markas City pada partai terakhir. Setelah itu, Bayern melewati FC Basel dan Marseille secara berturut-turut di fase knockout untuk memastikan satu tempat di empat besar. Lawan yang akan dihadapi di Bayern di semifinal adalah Real Madrid.

Barcelona
Barcelona mengusung misi mempertahankan gelar juara Liga Champions dengan senjata terkuatnya yang tak terhentikan di Eropa musim ini, Lionel Messi.
Sang juara bertahan menatap sejarah baru, yaitu menjadi tim pertama di era Liga Champions yang sukses menjadi juara selama dua musim berturut-turut. Tim terakhir yang mewujudkan back-to-back adalah AC Milan, yaitu pada musim 1988/89 dan 1989/90 ketika kompetisi ini masih bernama European Cup. Sejak berubah format pada musim 1992/93, belum pernah ada tim yang sanggup melakukannya
Azulgrana telah mencapai semifinal kelimanya dalam lima musim terakhir, dan lawan yang menunggu dalam perebutan satu tiket ke partai pamungkas adalah tim elit asal London, Chelsea.
Barcelona mengawali perjalanannya dengan hasil imbang 2-2 di kandang sendiri melawan juara tujuh kali AC Milan. Akan tetapi, sang raksasa Catalan sukses bangkit dan finis sebagai juara Grup H di atas Rossoneri, Viktoria Plzen serta BATE Borisov. Se­telah itu, Barcelona menghancurkan Bayer Leverkusen di babak 16 besar dengan agregat telak 10-2, lalu bertemu lagi dengan Milan di perempat final. Barcelona lolos dari hadangan Milan dengan agregat 3-1 setelah bermain imbang tanpa gol di San Siro pada leg pertama. (Belantara/as – berbagai sumber)

Posted on April 24, 2012, in Sepak Bola. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: