Jokowi Terus Tebar Simpati

Jokowi sebagai calon gubernur DKI Jakarta tak mau kalah dengan calon Fauzi Bowo, selain terus menebar simpati dengan pernyatan-pernyataannya, ia terus “mendekati” orang-orang kecil di Jakarta.
Dalam masalah pembebasan tanah misalnya, Ia mencontohkan pembebasan lahan warga Jakarta untuk pembangunan Jakarta dapat terlaksana jika dilakukan pendekatan dengan baik dan tidak ditunggangi dengan kepentingan lain selain menyejahterakan warga.
“Kadang pembebasan lahan yang dilakukan sekarang misalnya dijanjikan satu juta untuk warga, yang nyampe hanya ratusan ribu saja. Ya pasti warganya protes. Pokoknya harus tegas. Terus relokasinya juga harus benar dan jelas. Jangan malah menyusahkan,” katanya
Sementara itu menanggapi masalah geng motor yang akhir-akhir ini menjadi berita, ia sangat menyesali kekerasan oleh gerombolan bermotor. Jokowi hanya berharap sebagai Ibu Kota, Jakarta tidak terkesan beringas, tetapi santun dan manusiawi.
Jokowi yakin kekerasan kelompok bisa diredam seandainya pemerintah provinsi bisa melakukan intervensi social. “Itu bisa dilakukan dengan intervensi sosial, nanti itu yang akan kita lakukan, yaitu ada pendekatan kelompok dan pendekatan individual itu yang harus dilakukan. Kalau itu dilakukan pasti akan rampung,” kata Jokowi di Jakarta, Sabtu (14/4/2012).
Pada sisi kesempatan lain ia menyatakan tak mau kalah dengan Foke yang mendapat panggilan Bang Foke. Wali Kota Solo yang mencalonkan diri bersama Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta inipun jika terpilih siap dipanggil Abang.
“Mau dipanggil Abang juga boleh,” ujar Joko Widodo semringah saat menyambangi MRCC Siloam Hospital di bilangan Semanggi, Jakarta Selatan, Sabtu (14/4/2012). Jokowi datang sekaligus menjenguk presenter kondang tiga zaman, Kris Biantoro, yang terbaring sakit
Panggilan Abang melekat kepada siapa pun yang menjadi gubernur Jakarta, tanpa melihat latar belakang kesukuan. Sebut saja Ali Sadikin, gubernur fenomenal kelahiran Sumedang, Jawa Barat. Ia dikenal dengan sebutan Bang Ali. Sutiyoso yang kelahiran Semarang, Jawa Tengah, pun dipanggil Bang Yos.
Mau dipanggil Abang juga boleh…. Mau dipanggil Mas boleh, dipanggil Pak boleh, dipanggil Jokowi mau. Kendati demikian, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mempersilakan masyarakat untuk menyebutnya dengan panggilan apa pun. “Mau dipanggil Mas boleh, dipanggil Pak boleh, dipanggil Jokowi mau,” kata Jokowi sambil terus menebar senyum. (Belantara/as – berbagai sumber).

Posted on April 24, 2012, in Nasional. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: